Selamat Datang di Alumni Connection

reuni3
Memories Album, Sharing & Learning, Alumni 85 SMP Negeri 9 Bandung

thriller reuni perak



Tips :
seringkali kita kesal jika membuka file youtube. mungkin tips kecil ini bisa sedikit membantu :
1. tekan tombol PLAY.
2. lalu tekan tombol PAUSE. biarkanlah kira-kira 5 menit.
3. tekan lagi tombol PLAY.
jika tuing-tuing lagi :) ditengah jalan, tekan PAUSE tunggu bentar, lalu PLAY lagi. setelah selesai...coba lagi putar, biasanya pemutaran yang kedua lebih lancar karena downloadnya sudah komplit.
faktor lain yang juga sangat berpengaruh adalah speed connection internet anda.
mudah-mudahan berhasil.

apsii ke-3 tanggal 6 November 2010

6 apsii-3Tambah semangatt !! sesuai jadwal, arisan setiap dua bulan sekali bagi alumni 85. acara APSII ke-3 telah dilaksanakan pada tanggal 6 Nopember 2010 di rumah Nida, yang berlokasi di Komplek Nusa Hijau – Cimahi, setelah sebelumnya dilaksanakan di rumah Yuyus dan Mimid.
Kali ini, sharing ilmu inspiratif disampaikan oleh rekan kita, Yulita. Yulita menyampaikan sharingnya mengenai “bagaimana mencari modal usaha”.
Ternyata, mencari modal usaha tidaklah sesulit yang kita bayangkan. Banyak paket-paket permodalan dari bank untuk pengusaha kecil, menengah maupun atas.
Yulita, yang sekarang ini bekerja di Bank Jabar, menyampaikan beberapa informasi mengenai permodalan ini. Tipsnya sangat sederhana,yakni jujur dan tekad kuat.
Kita dapat mengajukan kredit untuk modal usaha kecil mulai dari 1 juta hingga em eman. Syaratnya simpel saja, harus “sudah nampak” usahanya apa. Nanti akan disurvey untuk membuktikan beneran ada nggak usahanya itu. Apalagi ditambah dengan rekomendasi dari nasabah yang sebelumnya sudah mendapatkan kredit. Beberapa rekan kita sudah lolos verifikasi dan telah mendapatkan kredit modal usaha ini. Selamat !!
Tips yang lainnya: usahakan jangan punya track record (jejak rekam) yang buruk di area perbankan termasuk bermasalah dalam kartu kredit.

Singkat kata, bagi yang hendak mewujudkan ide usahanya atau hendak meningkatkan usahanya, wujudkanlah inspirasi anda dan dalam hal modal usaha, ternyata tidaklah sulit. Yang sulit adalah tekad, kemauan dan kerja keras.

Tentang arisan,
saat ini sudah terbentuk 4 kelompok, bertambah 1 kelompok sejak pertemuan ke-2 di rumah Yuyus Zebroods. Banyak pertanyaan : “apakah yang nggak ikutan arisan boleh datang ?” , jawabannya singkat saja : Boleh Bangettt, malahan..Harus !! :)

Semoga Alumni 85 tetap diberikan petunjuk dan kesehatan dari Yang Maha Kuasa.

Maju Terus Alumni 85. sampai jumpa di APSII ke – 4 .

1st collector for video APSII ke-3
Follow my videos on vodpod

http://alumni-9.blogspot.com

Pertemuan APSII ke 2 tanggal 18 September 2010

1
Setelah pertemuan pertama pada tanggal 17 Jul 2010 di rumah Mimid, kini giliran Yuyus Zebroods yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan APSII ke-2.
Alhamdulillah arisan ke-2 ini berjalan lancar ditengah suasana Idul Fitri, jadinya arisan plus halal bihalal. Hatur nuhun kang Yuyus  :) .
Bertempat di daerah Padasuka – Cimahi, suasana nan sejuk alami tambah seru lagi karena banyak yang hadir, serta kehadiran A Deda (yang kami “todong” :) ), sang suami dari Betty, yang memberikan sharing ilmu inspiratifnya.
Masih dalam suasana Idul Fitri , A Deda, yang juga pengasuh MQ FM Bandung, mengingatkan kita semua agar menjaga kesinambungan Puasa yang telah dijalankan selama bulan Ramadhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam arisan ke-2 ini kelompok arisan bertambah menjadi 3 kelompok. Dan Insya Alloh arisan berikutnya akan dilaksanakan pada bulan November 2010.
Maju Terus Alumni 85 !! Persahabatan tiada akhir....Selamat Berjuang !! 

Apakah ciri-ciri orang yang beriman ?

Cuplikan kuliah subuh

Apakah ciri-ciri orang yang beriman itu ? jawabannya ada di surat Al-Mu'minun ayat 1-11.

al muminun

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (1) [yaitu] orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, (2) dan orang-orang yang menjauhkan diri dari [perbuatan dan perkataan] yang tiada berguna, (3) dan orang-orang yang menunaikan zakat, (4) dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, (5) kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; [1] maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. (6) Barangsiapa mencari yang di balik itu [2] maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. (7) Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat [yang dipikulnya] dan janjinya, (8) dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya. (9) Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (10) [ya’ni] yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya. (11)

apa bedanya Redenominasi dengan Sanering?

Bedanya Redenominasi dengan Sanering

duit lamo 2Redenominasi adalah pemotongan angka uang menjadi lebih kecil tanpa mengubah nilainya. Sedangkan sanering adalah pemotongan nilai uang menjadi lebih kecil dan mengubah nilainya.

Dalam redenominasi, Rp 10.000 dipotong menjadi Rp 10, dengan harga barang yang semula Rp 10.000 juga berubah menjadi seharga Rp 10. Fisik kertasnya tidak digunting sebagaimana yang dilakukan di program sanering.

Berbeda dengan sanering yang secara fisik kertasnya dipotong atau digunting. Dimana Rp 10.000 dipotong menjadi Rp 10, sehingga dengan demikian harga barang yang semula Rp 10.000 belum tentu berubah menjadi seharga Rp 10.

Jadi, katanya redenominasi hanya semacam penyederhanaan penulisannya saja yang tidak akan merugikan. Sedangkan sanering itu merugikan, lantaran berubah nilainya. Katanya program sanering itu dilakukan karena ekonomi negara itu sangat buruk yang mendekati ambruk karena hiper inflasi. Sedangkan program redenominasi itu dilakukan karena tujuan efisien penulisan dan pembukuan saja. Benarkah begitu ?

Pemotongan sejumlah digit nominal kertas pada program redenominasi itu ternyata juga ada potensi meleset, dalam arti kata tak serta merta pasti diikuti dengan penyesuaian harga berdasarkan nominal baru itu.

Terlepas dari perdebatan soal definisi dan tetek bengek perbedaan antara redenominasi dengan sanering, sebenarnya ada apa kok Bank Indonesia mulai mewacanakan akan melakukan redenominasi seperti yang dilansir di Republika online.

”Redenominasi berbeda dengan sanering. Ini nilainya tidak berubah, hanya penulisannya disederhanakan,” kata Kepala Biro Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI, Iskandar Simorangkir, Selasa (4/5). Menurutnya, saat ini sudah banyak pertokoan besar yang juga sudah mempraktikkan ‘redenominasi’ dalam pelabelan harga.

Untuk menyederhanakan perbedaan redenominasi dengan sanering, Iskandar memberikan contoh harga beras. Misalnya, harga beras satu kilogram Rp 5.000. Dengan redenominasi, tiga digit nol dihilangkan, maka harga beras menjadi Rp 5. Harga beras tetap, hanya nominalnya disederhanakan. Daya beli uang yang terkena redenominasi pun tetap. Uang Rp 5 tetap bisa membeli satu kilogram beras.

Jika sanering yang berlaku, harga beras yang semula Rp 5.000 itu tidak serta-merta ikut menjadi Rp 5. Bisa jadi harga beras tetap Rp 5.000 atau Rp 50. ”Dengan sanering , yang berubah adalah nilai uangnya, bukan penulisan nominalnya. Ini yang merugikan rakyat,” kata Iskandar.

Menurut kabar, kewenangan mengetuk palu perihal keputusan kebijakan redenominasi itu, jika jadi dilaksanakan, ada pada pemerintah (lembaga eksekutif) bukan pada BI (Bank Indonesia).